• Joni Pentol posted an update 7 months, 3 weeks ago

    Sebanyak 50 orang Palestina, tergolong 10 anak kecil, tewas sejak mula Oktober di tengah penambahan ketegangan Israel-Palestina baru-baru ini, kata Menteri Urusan Luar Negeri Palestina pada Kamis (22/10).

    “Saat anda bertemu, penambahan besar di lapangan, khususnya di Wilayah Pendudukan Jerusalem Timur, terus bergolak,” kata Menteri Urusan Luar Negeri Negara Palestina Riad Al-Malki, dalam satu pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang situasi di Timur Tengah.

    “Pasukan pendudukan Israel dan pemukim ekstremis serta milisi pemukim Yahudi sudah melancarkan gelombang kerusuhan dan kebencian terhadap warga sipil Palestina, tergolong pemuda kami,” kata Al-Malki.

    Lebih dari 1.900 orang Palestina sudah cedera, tidak sedikit luka parah dampak pemakaian amunisi aktif oleh Israel terhadap warga sipil yang tak bersenjata dan tak dapat mempertahankan diri, katanya. Kumpulan berita menarik dan terupdate dapat Anda lihat di situs berita dunia terbaru ini guys, langsung saja disimak

    “Ratusan orang Palestina telah diciduk dan ditahan,” kata Al-Malki, sebagaimana dilansir Xinhua –yang diperhatikan Antara di Jakarta, Jumat pagi. “Rumah dihancurkan dalam perbuatan penghukuman kolektif dan pembalasan terang-terangan. Ketegangan paling tinggi dan kondisi telah memburuk di seluruh front.” Al-Malki menyeru Dewan Keamanan guna memainkan peran konstruktif dalam meredakan ketegangan krisis ketika ini.

    “Tindakan praktis tentang ini merupakan Dewan Keamanan butuh menegaskan pulang dasar untuk penyelesaian yang adil ketidak-adilan yang menimpa rakyat Palestina,” katanya.

    “Dewan mesti memberi donasi untuk membuat harapan politik yang dapat diandalkan dan dapat menolong memulihkan asa buat rakyat bahwa pendudukan militer Israel sekitar 48 tahun atas tanah mereka dan pendindasan mereka bakal segera berakhir,” katanya.

    Konflik Israel-Palestina “sekali lagi telah menginjak tahap berbahaya”, kata Wakil Sekrearis Jenderal PBB Jan Eliasson ketika memberi penjelasan untuk Dewan Keamanan dalam pertemuan yang sama.

    Eliasson mengaku prioritas buat seluruh pihak merupakan segera mengerjakan tindakan untuk meredakan ketegangan dan secara mendesak mencapai peradaban maju ke arah solusi dua-negara melewati perundingan.

    Israel menempati Wilayah Jerusalem Timur dan Tepi Barat Sungai Jordan dalam Perang Timur Tengah 1967, dan mencaplok tidak sedikit desa Palestina di Jerusalem Timur pada 1981, perbuatan yang dicaci oleh masyarakat internasional. Lebih dari 300.000 orang Palestina bermukim di Jerusalem Timur.

    Rakyat Palestina cemas pengambil-alihan lokasi suci di Jerusalem Timur oleh Israel, dan memandang Jerusalem Timur sebagai Ibu Kota Negara Palestina pada masa depan, berdasakan solusi dua-negara.

    Pertemuan pada Kamis (22/10) diselenggarakan saat Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon menyelesaikan misi tiga-harinya ke Timur Tengah, tergolong ke Jordania, untuk meredakan ketegangan.

©2019 MSPControl | Privacy Policy

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account